Tuesday, November 6, 2018

Kurap


Jika dahulu dibelai sayang,
Hari ini dibuang seperti sampah,
Jika dahulu dipeluk kemas,
Hari ini dilupus segera,
Jika dipakai prinsip kekal,
Selamanya bongkak menemani,
Selamanya dendam menguasai,
Nilailah dengan mata hati sendiri

Kebaikan dibaja penuh kesepian,
Keburukan diangkat tinggi ke langit,
Mulut tidak sesekali berhenti berpuisi,
Demi menutup aib diri sendiri,
Fitnah ditabur sana dan sini,
Dosa disisip tanpa peduli,
Lagak ingin seperti permaisuri,
Tetapi, bauan tidak sewangi kasturi.

Satu silap selamanya silap,
Satu buruk selamanya buruk,
Manusia itu sempurna pada matanya,
Manusia itu suci dari dosanya,
Di dunia ini kau disanjung,
Di dunia ini orang lain dicerca,
Galak sungguh kau tertawa,
Galak berbisa kau bersuara,

Tangisan nadi sudah mulai bersuara,
Yang terbuku sudah mulai menentang,
Keadilan sudah bergegas singgah,
Yang salah tetap menjadi salah,
Baja itu membawa tuah,
Kau sudah dihimpit yang layak,
Kau sudah ditahan  kembali,
Kerana kau pantas digelar kurap.

Rantai Siswa


Saat kasut hitam jatuh melangkah,
Pangkat mulai menutup tirai,
Panggilan mulai menyorok sepi,
Siswa sudah terbit memancar,

Deretan manusia seperti semut,
Menuntun penuh kerdil dan hormat,
Diikat pula dengan rantai disiplin,
Amanat sudah pun muncul kembali.

Dalaman jiwa yang kuat meronta,
Rasa ingin terus memecut laju,
Meninggalkan penjara emas itu,
Bebas! Bebas! dan terus bebas,

Bahang makin kuat terasa,
Jiwa kami ingin menari,
Jiwa kami ingin menyanyi,
Jiwa kami ingin berfoya.

Tetapi, masa itu belum tiba,
Jam semakin lemah berputar,
Selemah jiwa muda kami,
Bisikan semakin keras memaksa.

Peluh mulai memercik dipipi,
Hati kecil mulai kabur,
Kenapa kami dipaksa akur ?
Kenapa kami dikerah menuntut ?

Perjalanan kami masih panjang,
Tidak habis dihitung deretan pasir,
Usia kami belum tahap goyah,
Jangan terus memaksa kami.

Kami tidak mahu digelar siswa,
Jika panahan sebegini diterima,
Aku mahu kebebasanku diangkat,
Bukannya dirantai penuh kekejaman.



' Kerana Sebuah Kenangan itu Indah '


 " Simpanlah segala ‘Contengan Duka’ yang pernah terjadi dalam kehidupan ini, agar kelak kita tidak akan merasa sesalnya kehilangan setiap daripada memori itu. Biarpun kenangan itu membawa duka yang begitu mendalam. Namun, kedukaan itulah yang mengajar kita erti kehidupan yang sebenar "